K3LH

K3LH ( Kesehatan Keselamatan Kerja dan Lingkungan Hidup )

Posted by : riyan thoroSelasa, 29 Januari 2013

K3LH (Kesehatan Keselamatan Kerja dan Lingkungan Hidup )

Pengertian

Setiap melakukan suatu pekerjaan kita harus
memperhatikan K3LH agar tidak terjadi kesalahan yang dapat berakibat
fatal. Selain itu kita harus memperhatikan kebersihan yang ada pada
lingkungan kerja agar dapat menciptakan suasana yang nyaman dan
sehat.

Ø  Sehat artinya bahwa lingkungan itu telah benar-benar bersih

Ø  Nyaman memiliki arti yang menunjukan bahwa tempat itu
memang rapi dan indah serta enak untuk dipandang

Kesehatan Lingkungan Hidup di Lingkungan Sekolah

Di Dalam Ruangan

—  Membuat jadwal piket kebersihan pada setiap kelas

—  Membudayakan SKS (Siram Kencing Siram) pada kamar mandi

—  Menjaga kebersihan setiap komponen/perangkat yang ada pada LAB

—  Merapikan meja,kursi dan komponen/perangkat yang ada pada LAB

—  Merapikan meja dan kursi yang ada pada kelas

Di Luar Ruangan

—  Membuang sampah pada tempatnya, serta membedakan tempat
sampahnya antara basah dan kering, organik dan anorganik

—  Mengadakan kegiatan kerja bakti secara rutin

—  Tidak merokok disekitar lingkungan sekolah

—  Memungut sampah jika ada dan meletakannya pada tempat
sampah.

Keselamatan Kerja

—  Yaitu usaha untuk sedapat mungkin memberikan jaminan kondisi kerja yang aman dan sehat untuk mencegah kecelakaan,cacat dan kematian sebagai akibat kecelakaan kerja pada setiap karyawan dan untukmelindungi sumber daya manusia

—   Faktor Pendukung :

  1. Pengaturan jam kerja dengan memperhatikan kondisi fit untuk pekerja
  2. Pengaturan jam istirahat yang memadai untuk menjaga kestabilan untuk bekerja
  3. Pengaturan Penggunaan peralatan kantor yang menjamin kesehatan kerja pekerja
  4. Pengaturan Sikap tubuh dan anggota badan yang efektif yang tidak menimbulkan gangguan ketika bekerja
  5. Penyediaan sarana untuk melindungi keselamatan kerja pekerja
  6. Kedisiplinan pekerja untuk mentaati ketentuan penggunaan peralatan kerja dan perlindungan keselamatan kerja yang telah disediakan dan diatur dengan SOP (Standard Operating Prosedur) yang telah dtetapkan

Kesehatan Kerja

—  Yaitu Suatu kondisi yang optimal/ maksimal dengan menunjukkan keadaan yang fit untuk mendukung terlaksananya kegiatan kerja dalam rangka menyelesaikan proses penyelesaian pekerjaan secara efektif

—  Faktor pendukung :

  1. Pola makan yang sehat dan bergizi
  2. Pola pengaturan jam kerja yang tidak menganggu kesehatan pekerja
  3. Pola pengaturan istirahat yang cukup pada pekerja/ profesiona
  4. Pola pengaturan tata cara sikap bekerja secara ergonomi
  5. Pola pengaturan lingkungan yang harmonis yang tidak mengganggu kejiwaan
  6. Pola pengaturan tata ruang kerja sehat
  7. Pola pengaturan tata warna dinding dan perabotan yang tidak ganggu kesehatan
  8. Pola pengaturan penerangan ruang kerja yang memadai
  9. Pola perlindungan atas penggunaan peralatan yang menimbulkan gangguan kesehatan

Dasar Hukum K3

Undang-Undang No. 1 Tahun 1970 tentang Kesehatan dan Keselamatan Kerja:

Yang diatur oleh Undang-Undang ini adalah keselamatan kerja dalam segala tempat kerja baik di darat, di dalam tanah, di permukaan air, di dalam air maupun di udara, yang berada di dalam wilayah kekuasaan hukum Republik Indonesia.

Tujuan K3

—  Melindungi tenaga kerja atas hak keselamatannya dalam melakukan pekerjaan untuk kesejahteraan hidup dan meningkatkan produksi dan produktivitas nasional

—   Menjamin keselamatan setiap orang lain yang berada di tempat kerja tersebut

—   Memelihara sumber produksi agar dapat digunakan secara aman dan efisien

Kebijakan dan Prosedur K3

Unsur manusia :

—  Merupakan upaya preventif agar tidak terjadi kecelakaan atau paling tidak untuk menekan timbulnya kecelakaan menjadi seminimal mungkin (mengurangi terjadinya kecelakaan).

—  Mencegah atau paling tidak mengurangi timbulnya cidera, penyakit, cacat bahkankematian yang diakibatkan oleh kecelakaan kerja.

—  Menyediakan tempat kerja dan fasilitas kerja yang aman, nyaman dan terjamin sehinggaetos kerja tinggi, produktifitas kerja meningkat.

—  Penerapan metode kerja dan metode keselamatan kerja yang baik sehingga para pekerjadapat bekerja secara efektif dan efisien.

—  Untuk meningkatkan kesejahteraan pekerja.

Unsur pekerjaan :

—  Mengamankan tempat kerja, peralatan kerja, material (bahan-bahan), konstruksi, instalasipekerjaan dan berbagai sumber daya lainnya.

—  Meningkatkan produktifitas pekerjaan dan menjamin kelangsungan produksinya.

—  Terwujudnya tempat kerja yang aman, nyaman dan terjamin kelangsungannya.

—  Terwujudnya pelaksanaan pekerjaan yang tepat waktu dengan hasil yang baik dan memuaskan.

Kecelakaan

—  Kejadian yang tidak terduga (tidak ada unsur kesengajaan) dan tidak diharapkan karena mengakibatkan kerugian, baik material maupun penderitaan bagi yang mengalaminya.

—  Sabotase atau kriminal merupakan tindakan di luar lingkup kecelakaan yang sebenarnya

Penyebab Kecelakaan

Faktor Internal

—  Kecenderungan seseorang untuk mendapatkan kecelakaan, apabila sedang melaksanakan pekerjaan tertentu.

—  Kemampuan dan kecakapan seseorang yang terbatas dan tidak berimbang dengan pekerjaan yang ditangani.

—  Sikap dan perilaku yang tidak baik dalam melaksanakan pekerjaan misalnya merokok di tempat yang membahayakan, bekerja sambil bercanda, tidak mematuhi peraturan keselamatan kerja dsb.

Faktor External

—  Pendelegasian dan pembagian tugas kepada para pekerja yang tidak proporsional dan kurang jelas.

—  Jenis pekerjaan yang ditangani mempunyai resiko kecelakaan cukup tinggi (rentan).

—  Prasarana dan sarana kerja yang tidak memadai.

—  Upah dan kesejahteraan karyawan yang rendah.

—  Timbulnya gejolak sosial, ekonomi dan politik yang mengakibatkan munculnya keresahan pada para pekerja.

—  Lingkungan dan peralatan kerja yang tidak memenuhi standar keselamatan kerja, misalnyalantai berair dan licin, ruangan kerja berdebu, ruangan kerja bersuhu tinggi, mesin-mesinyang tidak dilindungi, kondisi hujan, peralatan kerja rusak dsb.

Akibat Kecelakaan ( 5K )

  1. Kerusakan
  2. Kekacauan Organisasi
  3. Keluhan dan Kesedihan
  4. Kelaianan dan Cacat
  5. Kematian

Klasifikasi Kecelakaan

Menurut jenis kecelakaan

  1. Terjatuh
  2. Tertimpa benda jatuh
  3. Tertumbuk atau terkena benda
  4. Terjepit oleh benda
  5. Gerakan yang melebihi kemampuan
  6. Pengaruh suhu tinggi
  7. Terkena sengatan arus listrik
  8. Tersambar petir
  9. Kontak dengan bahan-bahan berbahaya

Menurut sumber kecelakaan

  1. Dari mesin
  2. Alat angkut dan alat angkat
  3. Bahan/zat erbahaya dan radiasi
  4. Lingkungan kerja

Menurut Sifat Luka atau Kelainan

  1. Patah tulang
  2. Memar
  3. Gegar otak
  4. Luka bakar
  5. Keracunan mendadak
  6. Akibat cuaca

Keadaan yang tergolong Berbahaya

—  Peralatan kerja yang rusak dan tidak bisa berfungsi sebagaimana mestinya.

—  Mesin-mesin yang tidak terlindungi dengan baik.

—  Tempat kerja yang membahayakan (berdebu, licin, becek, berminyak, panas,  berbau menyengat, terlalu dingin dsb).

—  Konstruksi atau instalasi pekerjaan yang tidak memenuhi syarat.

Perbuatan yang Berbahaya

—  Bekerja sembarangan tanpa mengindahkan ketentuan dan peraturan keselamatan kerja.

—  Bekerja tanpa menggunakan baju atau menggunakan baju yang kedodoran.

—  Bekerja sambil bersendau gurau, merokok

—  Membuka dengan sengaja perlengkapan pelindung mesin dan instalasi pekerjaan yang membahayakan.

Pencegahan Kecelakaan

  1. Mempersiapkan pekerja untuk dapat bekerja dengan aman dengan cara :
  2. Memberikan penjelasan dan contoh bagaimana melaksanakan suatu pekerjaan.
  3. Memberikan penjelasan dan contoh bagaimana suatu pekerjaan harus dikerjakan dengan aman.
  4. Menjelaskan peralatan kerja dan alat-alat keselamatan kerja yang dipakai, termasuk carapenggunaannya.
  5. Menjelaskan tentang tempat dan jenis pekerjaan yang mempunyai tingkat bahaya tinggi dan menjelaskan upaya penanganan serta pencegahannya agar tidak timbul kecelakaan.
  6. Memberikan buku pedoman keselamatan kerja.
  7. Memasang poster, slogan, spanduk dll di tempat tertentu dan di tempat kerja.
  8. Memberikan pendidikan dan pelatihan keselamatan kerja.
  9. Mengawasi pelaksanaan pekerjaan dan melakukan koreksi serta bimbingan terhadapkesalahan dalam bekerja, sehingga pekerja dapat melaksanakan pekerjaan dengan baik
  10. Menyiapkan prasarana dan sarana kerja yang memadai :
  11. Tempat kerja yang memadai dan memenuhi ketentuan  keselamatan kerja.
  12. Penempatan mesin dengan jarak tertentu sehingga para pekerja dapat bergerak leluasa dan keselamatan kerja terjamin.
  13. Menyiapkan alat-alat yang cukup dan dalam kondisi baik.
  14. Mesin-mesin harus terlindungi dengan baik sehingga tidak membahayakan pekerja.
  15. Ruangan untuk berjalan bagi pekerja harus cukup lebar.
  16. Alat-alat kerja harus disimpan di tempat yang aman dan harus terpelihara dengan baik.
Iklan

Cara Instalasi Sistem Operasi

INSTALASI SISTEM OPERASI DASAR

Sistem operasi merupakan penghubung antara pengguna computer dengan perangkat keras komputer. Sebelum ada sistem operasi, orang hanya menggunakan komputer dengan menggunakan signal analog dan signal digital. Seiring dengan berkembangnya pengetahuan dan teknologi, pada saat ini terdapat berbagai sistem operasi dengan keunggulan masing-masing. Untuk lebih memahami sistem operasi maka sebaiknya perlu diketahui terlebih dahulu beberapa konsep dasar mengenai sistem operasi itu sendiri. Pengertian sistem operasi secara umum ialah pengelolaan seluruh sumber-daya yang terdapat pada sistem komputer dan menyediakan sekumpulan layanan (system calls) kepada pemakai sehingga memudahkan dan menyamankan penggunaan, serta pemanfaatan sumber-daya sistem komputer dapat lebih optimal.

  1. a) Fungsi Dasar

Sistem komputer pada dasarnya terdiri dari empat komponen utama, yaitu perangkat keras, program aplikasi, sistem-operasi, dan pengguna. Sistem operasi berfungsi untuk mengatur dan mengawasi penggunaan perangkat keras oleh berbagai program aplikasi serta para pengguna. Sistem operasi berfungsi ibarat pemerintah dalam suatu negara, dalam arti membuat kondisi komputer agar dapat menjalankan program secara benar. Untuk menghindari konflik yang terjadi pada saat pengguna menggunakan sumber-daya yang sama, sistem operasi mengatur pengguna mana yang dapat mengakses suatu sumber-daya. Sistem operasi juga sering disebut resource allocator. Satu lagi fungsi penting sistem operasi ialah sebagai program pengendali yang bertujuan untuk menghindari kekeliruan (error) dan penggunaan komputer yang tidak perlu.

  1. b) Sasaran Sistem Operasi

Sistem operasi mempunyai tiga sasaran utama yaitu kenyamanan = membuat penggunaan komputer menjadi lebih nyaman, efisien = penggunaan sumber-daya sistem komputer secara efisien, serta mampu berevolusi artinya sistem operasi harus dibangun sehingga memungkinkan dan memudahkan pengembangan, pengujian serta

pengajuan sistem yang baru.

  1. c) Sejarah Sistem Operasi

Sistem operasi mengalami perkembangan yang sangat pesat, dan dibagi kedalam empat generasi yaitu :

  • Generasi Pertama (1945-1955)

Generasi pertama merupakan awal perkembangan sistem komputasi elektronik sebagai pengganti sistem komputasi mekanik. Pada generasi ini belum ada sistem operasi, maka sistem komputer diberi instruksi yang harus dikerjakan secara langsung.

  • Generasi Kedua (1955-1965)

Generasi kedua memperkenalkan Batch Processing System, yaitu Job yang dikerjakan dalam satu rangkaian, lalu dieksekusi secara berurutan.Pada generasi ini system komputer belum dilengkapi system operasi, tetapi beberapa fungsi sistem operasi telah ada, contohnya fungsi sistem operasi ialah FMS dan IBSYS.

  • Generasi Ketiga (1965-1980)

Pada generasi ini perkembangan sistem operasi dikembangkan untuk melayani banyak pemakai sekaligus, dimana para pemakai interaktif berkomunikasi lewat terminal secara on-line ke komputer, maka sistem operasi menjadi multi-user (di gunakan banyak pengguna sekaligus) dan multi-programming (melayani banyak program sekaligus).

  • Generasi Keempat (Pasca 1980an)

Dewasa ini sistem operasi dipergunakan untuk jaringan computer dimana pemakai menyadari keberadaan komputer-komputer yang saling terhubung satu sama lain.

  1. d) Jenis-jenis System Operasi

Seperti telah disinggung di depan banyak jenis sistem operasi yang bisa digunakan, antara lain : POSIX, UNIX, MS DOS, MS Windows, LINUX, APPLE, dll. Dari sekian banyaksistem operasi ada system operasi yang interface (kontak) dengan user (pengguna) yaitu menggunakan TEXT (DOS, POSIX, LINUX), ada juga yang kontaknya dengan pengguna menggunakan GUI (Graphical User Interface) seperti MS Windows dan LINUX (LINUX bisa berbasis TEXT dan berbasis GUI). System operasi berbasis text artinya user berinteraksi dengan system dengan perintah-perintah yang berupa text. Lain halnya dengan system operasi berbasis GUI, pada sistem ini user dapat berinteraksi dengan system operasi melalui gambar-gambar/ simbol-simbol, dan tentu hal ini akan lebih memberi kemudahan dan kenyamanan bagi pengguna. Itulah sebabnya mengapa system operasi yang berbasis GUI seringkali disebut “User Friendly”. Pada modul ini pembahasan akan terfokus pada sistem operasi berbasis GUI dan akan dipilih MS Windows 98. Pemilihan ini tentu mempunyai alasan, diantaranya telah digunakan secara luas di berbagai kalangan, tanpa mensyaratkan komputer yang sangat canggih (minimal 486 atau 66 MHz), mudah dalam pengoperasiannya, kestabilan sistem cukup baik, serta mampu mengcover perkembangan teknologi (hardware/software).

  1. Persiapan Instalasi MS Windows 98
  2. a) Persyaratan Hardware

Sistem komputer yang akan di lakukan penginstalan MS windows 98 mempunyai karekteristik minimal berprosesor 486DX atau 66 MHz ke atas, dan memunyai RAM minimal 24 Megabytes .

Space Hard disk yang dibutuhkan tergantung pada konfigurasi penginstalanya. Untuk instalasi Typical berkisar 205 MB – 260 Mb Instalasi Full berkisar 210 MB – 400 MB

Jika melakukan instalasi Windows 98 pada drive selain C, maka setup tetap membutuhkan space pada drive C minimal 25 MB untuk system dan log file selama pelaksanaa instalasi.

  1. b) Hal-hal yang perlu dipersiapkan (kiat-kiat praktis)

menghindari error saat instalasi

(1) Scan Disk

Pastikan bahwa hard disk anda tidak ada masalah (kerusakan) dengan

menjalankan SCAN DISK sebelum melakukan setup, sekaligus segera

betulkan (fix) jika ada masalah. Scan disk dapat dilaksanakan dibawah

sistem operasi windows (jika sudah ada, dan maksud penginstalan

untuk up grade / perbaikan sistem operasi yang sudah ada) atau

menggunakan DOS.

Scan disk menggunakan windows dapat dilakukan sebagai berikut:

Tutup semua program. Klik tombol start yang akan menampilkan

menu windows, lalu pilih program files, selanjutnya accessories, pilih

system tool, dan klik ScanDisk.

Setelah terbuka kotak dialog scandisk seperti pada gamnbar 2 diatas, pilih salah satu jenis test yaitu antara standard ataukah standard plus. Selanjutnya klik start untuk memulai ScanDisk.

Selain melalui sistem operasi windows, scandisk juga dapat dilaksanakan melalui DOS (terutama jika belum punya sistem operasi windows). Untuk Scandisk melalui DOS, komputer booting melalui DOS (dijelaskan di belakang). Setelah muncul command prompt jalankan file eksekusi untuk scan disk, melalui:

o disk drive à disket start up (ketik a: scandisk.exe/all),

o CD ROM à (ketik d:\win98\scandisk.exe/all)

o Hard disk (ketik c:\win98\scandisk.exe/all)

Selanjutnya ikuti instruksi yang muncul pada layar monitor.

(2) Scan Virus

Pastikan bahwa komputer anda tidak terinfeksi oleh virus. Jalankan program antivirus terbaru dan ijinkan antivirus untuk me-remove (membuang) virus, jika memang ada. Scan Virus dapat dilakukan melalui sistem operasi windows (jika sudah terinstal windows, dan instalasi yang akan dilakukan bermaksud untuk up grade) atau under DOS. Sebagai contoh scan virus dilakukan under windows 98, telah terinstall norton anti virus. Klik short cut norton anti virus. Gambar 3 dibawah menunjukkan jendela scan antivirus norton.

modul / materi tkj kls 1

DKK

  • Merakit
  • Instal SO
  • K3LH

    CARA MERAKIT COMPUTER (PC)  bagi anda yang ingin mengetahui cara merakit komputer (PC) sendiri tutorial kali ini sangat berguna karena dijelaskan secara detail serta dikengkapi dengan gambarnya. 

    Dalam tutorial kali ini selain mendapat ilmu cara merakit komputer (PC) juga akan memberi kepuasan sendiri apabila nanti anda berhasil membuatnya. Memang kegiatan merakit komputer (PC) sangat mengasikkan, apalagi bila ingin meng-upgrade bagian komponen- komponen komputer (PC), anda dapat menentukan spesifikasi komputer (PC) anda sendiri. Untuk itu yuk kita langsung saja lihat cara merakit komputer (PC) beserta gambarnya.

    Persiapan Sebelum Memulai Cara Merakit Komputer (PC)

    Ada beberapa komponen/perlengkapan yang harus anda siapkan sebelum memulai cara merakit komputer (PC) diantaranya :

    Untuk Alat Kerja

    1. Obeng
    2. Skrup
    3. Baud

    Untuk Komponen Komputer (PC)

    Sebelum mempersiapkan komponen-komponen komputer (PC) sebaiknya anda memperhatikan kompabilitas/kesesuaian setiap komponen degan motherboardnya karena tidak semua jenis komponen cocok dengan motherboarnya contoh: processor socket AM3 harus disesuaikan dengan socket AM3 juga tidak bisa dipasangkan pd socket AM2, 

    Untuk Mengetahui Jenis Socket Processor Baca Artikel ini:
    Tipe Processor AMD dan Intel

    RAM DDR3 slot pada motherboard harus DDR3, socket hardisk/dvd rom menggunakan serial ATA atau SATA, yang lebih penting pemilihan WATT power supply harus sesuai dngan kebutuhan tidak boleh kurang karena akan merusak seluruh komponen. Berikut beberapa komponen yang harus dipersiapkan:

    1. Motherboard
    2. Processor
    3. Heatsink & Kipas
    4. RAM
    5. VGA CARD (kalau perlu)
    6. Casing
    7. Power Supply
    8. Hardisk
    9. DVD/CDROM
    10. Keyboard & mouse
    11. Monitor
    12. Speaker

    Untuk Software

    1. CD Sistem Operasi seperti windows 7, windows 8 atau lainnya.
    2. CD driver motherboard (VGA, Sound card, LAN,dll).
    3. Program aplikasi.

    Langkah-langkah Cara Merakit Komputer (PC)

    1. Cara Memasang Processor ke Motherboard

    • Pertama buka atau tarik ke atas tuas pengunci socket prosesor pada motherboard.
    • Sebelum meletakkan procesor ke socket, lihat tanda titik/segitiga di sudut prosesor lalu cocokan tanda yang sama di socket motherboard, jika sudah terpasang dengan baik kunci kembali soket procesor tersebut.
    • Lapisi atau oleskan pasta di bagias atas prosesor yang akan di pasang heatsink. Pasta berfungsi sebagai penyalur panas dari processor ke heatsink.
    • Selanjutnya pasang Heatsink di atas prosesor,kunci Heatsink sehingga tidak goyang atau tampak mau lepas.
    • Terakhir colokokan konektor power kipas Heatsink ke motherboard. Dan pastikan kembali bahwa Heatsink & Procesor sudah terpasang baik.

    Perhatikan gambar dibawah ini


    2. Cara Memasang RAM / Memori ke Motherboard

    • Lihat dan buka tuas penguncinya.
    • Lalu sesuaikan posisi lekukan pada RAM dengan lekukan pada slot RAM pada motherboard.
    • Kalau sudah pas lalu tekan di setiap ujung RAM hingga tuas pengunci RAM / memori kembali mengunci biasanya di tandai dengan bunyi “klik”.
    • Pastikan Memory RAM sudah terpasang baik & benar.

    Perhatikan gambar dibawah ini

    3. Cara Memasang Power Supply Unit (PSU) Pada Casing

    Untuk power supply jika anda membeli casing biasanya sudah terpasang power supply, jika belum berikut cara pemasangnya :

    • Pasangkan PSU di atas pojok atau biasanya ada juga yang di taruh dibawah tergantung model dari casing sendiri.
    • Sesuaikan lubang sekrup pada PSU dengan lubang sekrup casing
    • Kunci PSU menggunakan sekrup yang ada menggunakan obeng (+).
    • Pastikan PSU sudah terpasang benar & tidak goyang.

    Perhatikan gambar dibawah ini



    4. Cara Memasang Harddisk Dan CD Atau DVR-RW

    • Letakkan casing dalam keadaan berdiri, pasang Harddisk pada casing dan kunci dengan baut menggunakan obeng plus.
    • Pasang CD atau DVR-RW di bagian atas dari depan casing dan kunci dngan sekrup agar tidak gerak.
    • Selanjutnya pasang masing-masing kabel pada Harddisk dan CD/DVD RW.

    Perhatikan gambar dibawah ini




    Catatan :

    Untuk pemasangan kabel pastikan jenis port serial dari Hardisk & CD/DVD RW apakah menggunakan jenis ATA atau SATA. Untuk Kabel power diambil dari PSU sedangkan untuk data dipasangkan dari motherbord. 

    5. Cara Memasang Motherboard ke Casing

    • Lihat lubang sekrup yang ada pada casing dan lubang sekrup pada motherbord.
    • Letakan motherbord ke dalam casing dengan mencocokan lubang sekrup yang ada pada motherbord dan casing.
    • Kunci dengan sekrup yang ada menggunakan obeng (+).

    Perhatikan gambar dibawah ini

    Baca juga artikel ini

    Bagian Bagian Motherboard Komputer 

    6. Cara Memasang Kabel-kabel Komputer

    Setelah semua komponen komponen terpasang, langkah selanjutnya adalah merakit kabel-kabel komputer, baik kabel I/O, kabel hardisk, kabel CD ROM, Kabel power CPU dll. Anda cukup memperhatikan gambar berikut ini untuk panduan Anda memasang kabel-kabel untuk merakit komputer anda.

    Sebaiknya Anda benar-benar memperhatikan langkah yang satu ini, karena ini merupakan salah satu yang paling central dalam merakit komputer, jika kabel yang Anda hubungkan ternyata salah maka akan berakibat fatal. Akan tetapi Anda tidak perlu khawatir berlebihan, setiap kabel sudah disetting sedemikian rupa agar berbeda dengan yang lain, jadi Anda tinggal mencocokkan saja dengan colokannya. Berikut adalah beberapa gambar untuk merakit kabel-kabel komputer.




    7. Cara Memasang Vga Card

    Untuk langkah ini hanya optional saja, bila tidak memasang device ini juga tidak apa-apa karena dalam motherboard sendiri sudah memiliki vga internal. Berikut cara memasang vga motherborad:

    • Perhatikan slot untuk memasang vga lalu buka penguncinya.
    • Pasangkan vga dengan baik dan benar.
    • Setelah terpasang kuncikan vga dengan kunci yang ada di slot vga.

    Perhatikan gambar dibawah ini



    8. Tahap Terakhir Dalam Cara Merakit Komputer

    Kalau semua langkah-langkah merakit komputer sudah selesai, kini tutup dengan casing dan beri sekrup. Hubungkan kabel dari catu daya ke soket dinding dan juga hubungkan konektor monitor ke port video card, konektor kabel keyboard & konektor mouse ke port mouse.

    9. Pemeriksaan Hasil Dalam Merakitan Komputer (PC)

    Setelah merakit komputer selesai, kita lakukan pemeriksaan dan pengetesan hasilnya dengan program BIOS, caranya yaitu :

    • Nyalakan komputer dan monitor, lihat layar monitor dan juga dengarkan suara dari speaker.
    • Nah program Fost dari Bios ini akan otomatis mendeteksi hardware apa saja yg sudah dipasang pada komputr.
    • Lakukan setting untuk nilai dari kapasitas hardisk dan boot sequence.
    • Kalau sudah lalu simpan hasil settingan dan exit dari setup BIOS, maka komputer meload system operasi dngan urutan pencarian yg disesuaikan dngan settingan boot sequence pada Bios.

    10. Solusi Bila Terjadi Masalah Dari Hasil Merakit Komputer

    • Hidupkan komputer, apabila komputer dan monitor tidak hidup, periksa kabel daya pada colokan listrik sudah terhubung apa belum.
    • Apabila waktu dinyalakan, tampilan layar monitor ngeblank / berwarna hitam, pasti ada kesalahan dan apabila pada CPU terdengar bunyi beep, maka betulkan penempatan RAM / memori pada soket.
    • Apabila card adapter tidak terdeteksi, periksa penempatan card adapter sudah pas apa belum keslotnya.
    • Apabila LED dari harddisk atau CD menyala terus, periksa konektornya sudah terhubung apa belum.   

    Itulah langkah langkah cara merakit komputer (PC) sendiri yg dapat anda praktekan. Apabila anda sudah berhasil merakit komputer sendiri maka langkah berikutnya adalah menginstal sistem operasi seperti install ulang windows 7 , agar komputer (PC) dapat digunakan.